Thursday, February 14, 2013

Zona Internasional

Zona Internasional


Menlu Rusia Abaikan Telepon Menlu AS?

Posted: 14 Feb 2013 05:03 AM PST

Menlu AS John Kerry dikabarkan gagal mengontak Menlu Rusia Sergei Lavrov dua kali lewat sambungan telepon. Pada saat itu, Kerry berniat mendiskusikan isu uji coba nuklir Korea Utara (Korut) bersama Lavrov. 

Valentine berdarah di Tahun 1929

Posted: 14 Feb 2013 05:02 AM PST

Peringatan Valentine di Amerika Serikat (AS) biasanya berlangsung dengan suka. Tetapi hal itu berbeda pada perayaan Valentinedi tahun 1929, dimana diwarnai dengan pembantaian dari anggota gangster.

Presiden Mesir Tak Cakap Berbahasa Inggris

Posted: 14 Feb 2013 04:11 AM PST

Video Presiden Mesir Mohamed Morsi yang berpidato dengan Bahasa Inggris tampaknya akan membuat Morsi disindir oleh sejumlah oposisinya. Morsi ternyata cukup sering membuat kesalahan ketika berbicara dengan bahasa asing.

Turki Ekstradisi Salah Satu Germo Tersukses Israel

Posted: 14 Feb 2013 03:03 AM PST

Meski hubungan Turki dan Israel terus memanas, kedua belah pihak  masih melanjutkan kerja sama di bidang penanggulangan penyelundupan manusia. Turki pun menyetujui permintaan dari Israel mengenai ekstradisi seorang mafia prostitusi.

Iran Miliki Teknologi Nuklir Generasi Baru

Posted: 14 Feb 2013 02:04 AM PST

Pemerintah Iran mengakui pihaknya mulai memasang teknologi nuklir generasi kedua. Teknologi terbaru tersebut diklaim dapat menjalankan proses pengayaan uranium dengan jauh lebih cepat.

Pemerintah Mesir Tutupi Aksi Kekerasan Aparatnya

Posted: 14 Feb 2013 01:34 AM PST

Oposisi Mesir menuduh pemerintah menutupi aksi kekerasan yang dilakukan aparatnya. Pihak oposisi pun mengancam akan menuntut pemerintah ke pengadilan karena dianggap mengeluarkan informasi palsu ke masyarakat.

Pemberontak Kachin Tolak Suu Kyi Mediasi Perdamaian

Posted: 14 Feb 2013 01:31 AM PST

Pemberontak Kachin yang saat ini tengah mengupayakan perjanjian gencatan senjata dengan Pemintah Myanmar, menolak keterlibatan Aung San Suu Kyi. Sebelumnya ada rencana untuk mengundang Suu Kyi untuk menjadi mediator perundingan.

No comments:

Post a Comment